Objek studi semantik adalah makna atau dengan lebih tepatnya makna yang terdapat dalam satuan-satuan ujaran seperti kata, frase, klausa dan kalimat. Masalah kita sekarang apakah makna itu? memang tidak mudah untuk menjawabnya. Umpamanya kalau orang bertanya apa maksud kalori? Di dalam Kamus Bahasa Indonesia (Depdikbud 1983) kata kalori diberi makna/definisi sebagai satuan panas yang diukur dari panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram air setinggi 1 derajat Celcius. Dari definisi itu kita harus sudah diandalkan mengerti apa maknanya kata panas, ukur, perlu, naik, suhu, gram,derajat dan Celcius. Kalau kita belum mengerti makna kata-kata itu maka kesulitan kita semakin bertambah sebab untuk bisa memahami arti kata kalori kita harus mencari dulu makna kedelapan kata yang lainnya itu. Contoh di atas kiranya memang mudah bagi anda. Coba anda perhatikan kasus berikut. Dari sebuah naskah kamus ada kata antera yang diberi definisi sebagai "bagian dari stamen yang mengandung pollen". Jelaskah bagi Anda belum mengerti arti stamen dan pollen. Jadi Anda harus cari dulu makna kedua kata tersebut.
Sesungguhnya persoalan makna memang sangat sulit dan ruwet karena, walaupun makna ini adalah persoalan bahasa, tetapi keterkaitan dan keterkainnya dengan segala segi kehidupan manusia sangat erat. Padahal segi-segi kehidupan manusia itu sendiri sangat kompleks dan luas. Karena itu sampai saat ini belum ada yang dapat mendeskripsikannya secara tuntas.
Sebagai alat interaksi sosial peranan bahasa besar sekali. Hampir tidak ada kegiatan manusia yang berlangsung tanpa kehadiran bahasa. Bahasa muncul dan diperlukan dalam segala kegiatan seperti pendidikan, perdagangan, keagamaan, politik, militer dan sebagainya. Bahasa telah memudahkan dan memperlancar semua kegiatan itu dengan baik. Kita tidak bisa membayangkan sebagaimana keadaan masyarakat manusia ini bila tidak ada bahasa. Sepi, sunyi, dan interaksi sosial juga akan banyak mengalami hambatan.
Mengapa bahasa begitu besar peranannya dalam kehidupan manusia? Karena bahasa mampu mentranfer keinginan, gagasan, kehendak dan emosi dari seorang manusia kepada manusia lainnya. Bahasa yang wujudnya berupa bunyi-bunyi ujar dalam suatu pola bersistem tidak lain daripada lambang-lambang konsep dan gagasan yang dipahami dan disepakati bersama oleh anggota penuturnya. Namun, dalam praktik berbahasa kita juga sering mendengar ucapan orang "Apa arti kalimat ini?" atau "Apa maksud pertanyaan itu". Atau juga keluhan orang ramai yang menyatakan "Katakan saja kenaikan harga atau harga memang naik! Tidak usah dengan penyesuaian harga, atau pemberlakuan tarif baru!"
Ucapan dan keluhan seperti diatas menunjukkan kepada kita bahwa sebagai alat komunikasi, penyampaian ide, konsep, gagasan, dan sebgainya, bahasa masih mempunyai persoalan dan hambatan. Persoalan dan hambatan kebahasaan ini memang ada kemungkinan bersumber dari bahasa itu sendiri, seperti adanya lambang-lambang bahasa yang bisa melambangkan dua konsep atau lebih, atau sebaliknya ada dua konsep atau lebih yang melambangkan konsep-konsep yang samar-samr abstrak. Tetapi kiranya persoalan-persoalan dan hambatan itu lebih banyak terjadi sebagai akibat dari kemampuan berbahasa dan menalar para penutur yang kurang, sehingga seringkali mereka tidak bisa membedakan apa yang disebut informasi dan maksud.
Memang tidak sedikit orang yang mencampuradukkan konsep tentang makan, informasi dan maksud. ketiga dianggap sama saja sebagai makna, sehingga kalimat seperti Dika menendang bola dikatakan sama maknanya dengan kalimat Bola ditendang Dika. Begitu pula sama maksudnya dengan kalimat Bola ditendang oleh Dika.
Anggapan di atas tentunya kurang tepat sebab kalimat Dika menendang bola mengandung makan aktif, sedangkan kalimat Bola ditendang Dika tmengandung makna pasif. Begitu juga kalimat Bola ditendang oleh Dika sebab makna kalimat yang pertama tidak mengandung penonjolan pelaku, sedangkan makna kalimat yang kedua mengandung penonjolan pelaku yakni dengan digunakannya preposisi oleh.
Chair, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Baca Juga Pengertian Semantik, Jenis Semantik, Manfaat Semantik dan Semantik dalam Studi Linguistik http://semantikbahasa4.blogspot.co.id/2017/12/pengertian-semantik-jenis-semantik.html
Komentar
Posting Komentar