Tanda dalam bahasa
Indonesia pertama-tama adalah berarti ‘bekas’. Pukulan rotan yang cukup keras
pada panggung akan memberi bekas. Bekas pukulan itu, yang berwarna kemerahan,
menjadi tanda akan telah terjadi suatu pukulan dengan rotan pada tempat tersebut.
Pada pagi hari secerah sinar matahari yang masuk ke dalam kamar melalui
celah-celah dinding merupakan tanda bahwa hari sudah siang. Terdengarnya suara
adzan atau bunyi beduk dari sebuah mesjid menjadi tanda bahwa waktunya salat telah tiba.
Lambang sebenarnya juga
adalah tanda. Hanya bedanya lambang ini tidak memberi tanda secara langsung,
melainkan melalui sesuatu yang lain. Warna merah pada bendara Sang Merah Putih
merupakan lambang “keberanian” dan warna putih merupakan lambang “kesucian”.
Gambar padi dan kapas pada burung Garuda Pancasila melambangkan “keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, untuk mengetahui maksud lambang kita
harus mempelajarinya.
Simbol adalah kata
serapan yang berpadanan dengan kata Indonesia lambang. Dalam karangan ini kedua
kata itu dianggap mewakili konsep yang sama meskipun mungkin distribusi
penggunaannya berbeda.
Lambang bahasa (entah
berupa kata, gabungan kata, maupun satuan ujaran lainnya) sama dengan lambang
dan tanda-tanda dalam bidang lain “mewakili” suatu konsep yang berada di dunia
ide atau pikiran kita. Umpamanya kata <kursi> “mewakili” suatu konsep
dalam benak kita berupa benda yang biasa digunakan sebagai tempat duduk dengan
wujudnya yang sedemikian rupa sehingga nyaman untuk diduduki. Meskipun dalam
dunia nyata ada sedemikian banyaknya jenis dan macam kursi tetapi gambaran
abstrak akan konsep kursi itu sama.
Konsep sebagai referen
dari suatu lambang memang tidak perna bisa “sempurna”. Oleh karena itulah kalau
kita menyebut <kursi> atau <pemuda> atau lambang apa saja, orang
sering bertanya “apa yang anda maksud dengan kursi itu?” atau juga “apa atau
siapa yang Anda maksud dengan pemuda itu?” Semua ini membuat orang berusaha
merumuskan konsep-konsep yang ada dalam dunia idenya dalam suatu rumusan yang
disebut definisi atau batasan. Secara umum definisi atau
batasan ini memberi rumusan yang lebih teliti mengenai suatu konsep, walaupun
definisi itu sendiri seringkali juga banyak kelemahan.
Chair, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Komentar
Posting Komentar