Menurut
de saussure setiap tanda linguistik terdiri dari dua unsur yaitu (1) yang
diartikan dan (2) yang mengartikan. Yang diartikan sebenarnya tidak lain dari
pada konsep atau makna dari sesuatu tanda bunyi. Sedangkan, yang mengartikan
itu adalah tidak lain dari pada bunyi-bunyi tu, yang terbentuk dari fonem-fonem
bahasa yang bersangkutan. Jadi, dengan kata lain setiap tanda linguistik
terdiri dari unsur bunyi dan unsur makna. Kedua unsur ini adalah unsur dalam
bahasa (intralingual)yang biasanya merujuk atau mengacu kepada sesuatu referen
yang merupakan unsur luar bahasa (ekstralingual).
Umpamanya
tanda linguistik yang dieja <meja>, tanda ini terdiri dari unsur makna
yang diartikan ‘meja’ dan unsur bunyi atau yang mengartikan dalam wujud
runtunan fonem [m, e, j, a]. Lalu tanda <meja> ini, yang dalam hal ini
terdiri dari unsur makna dan unsur bunyinya mengacuh kepada suatu referan yang
berada diluar bahasa, yaitu sebuah meja, sebagai salah satu perabot rumah
tangga. Kalau kata <meja> adalah sebagai hal yang menandai
(tanda-linguistik), maka sebuah <meja> sebagai perabot ini adalah hal
yang ditandai.
Persoalan
kita sekarang. Apakah setiap kata merujuk kepada suatu referensi ? atau apakah
setiap kata mempunyai referen? Jika diteliti, ternyata tidak semua kata
mempunyai referen. Kata-kata yang termasuk kelas nomina, kelas verba adan
adjektifa memang yang merujuk kepada suatu referen, tetapi kata-kata yang
disebut preposisi seperti di, ke, dan
dari, dan yang disebut konjungsi seperti kalau,
meskipun dan karena tidak merujuk kepada suatu referen
disebut kata-kata tidak bermakna referensial, sedangkan yang mempunyai
refensial disebut kata-kata yang bermakna referensial.
Persoalan
lain, kita dapat memahami bahwa referen kata kaki adalah kaki anggota tubuh manusia juga binatang, tetapi
bagaimana dengan referen kata kaki pada bentuk kaki gunung, atau kaki meja.
Menurut Verhaar referen kata kaki tetap kaki pada sebagai anggota tubuh manusia
dan bukan pada sesuatu yang lain seperti pada gunung atau meja. Pada bentuk
kaki gunung dan kaki meja kata kaki
digunakan atau dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang lain secara metaforis,
secara perbandingan. Di sini salah satu ciri makna kaki yaitu terletak di bagian bawah, diperbandingkan dengan bagian
bawah dari gunung itu.
Komentar
Posting Komentar